Ramadan hampir selesai, dan satu kewajiban yang tidak boleh terlewat sebelum Idul Fitri adalah membayar zakat fitrah. Tapi setiap tahun pertanyaan yang sama muncul: berapa nominalnya sekarang, dan kapan batas waktu pembayarannya?
Artikel ini menjawab tuntas — termasuk cara hitung untuk satu orang maupun satu keluarga.
Apa Itu Zakat Fitrah?
Zakat fitrah adalah zakat jiwa yang wajib dikeluarkan setiap Muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Berbeda dari zakat maal yang berbasis harta, zakat fitrah bersifat per kepala — setiap orang dalam tanggungan wajib dizakatkan, dari bayi baru lahir hingga lansia.
Tujuannya adalah menyucikan diri setelah sebulan berpuasa sekaligus memastikan orang-orang yang membutuhkan bisa ikut merayakan Idul Fitri dengan layak.
Zakat Fitrah 2026: Berapa Per Orang?
Secara syariat, besaran zakat fitrah adalah 1 sha' atau setara 2,5 kg bahan makanan pokok. Di Indonesia, bahan pokok yang digunakan adalah beras.
Untuk 2026, BAZNAS menetapkan nilai zakat fitrah dalam bentuk uang berdasarkan harga beras di masing-masing daerah. Sebagai acuan umum:
- Zakat fitrah per orang (beras): 2,5 kg beras
- Zakat fitrah per orang (uang): Rp 47.000 – Rp 60.000 (tergantung daerah)
- Referensi BAZNAS Pusat 2026: Rp 47.000 per jiwa untuk DKI Jakarta
Nominal ini bisa berbeda di setiap kabupaten/kota sesuai harga beras lokal. Cek keputusan resmi BAZNAS atau lembaga zakat setempat untuk nominal paling akurat di daerahmu.
Catatan
Cara Hitung Zakat Fitrah untuk Satu Keluarga
Caranya sederhana: nominal per orang dikali jumlah anggota keluarga yang menjadi tanggunganmu.
Contoh: Keluarga dengan 4 anggota (suami, istri, 2 anak) — Nominal per orang: Rp 47.000 — Total: 4 × Rp 47.000 = Rp 188.000
Kalau ada anggota keluarga tambahan seperti orang tua atau asisten rumah tangga yang menjadi tanggungan, mereka juga masuk dalam hitungan.
Siapa yang Wajib Membayar Zakat Fitrah?
- Beragama Islam
- Masih hidup saat matahari terbenam di hari terakhir Ramadan
- Memiliki kelebihan makanan pokok untuk dirinya dan keluarganya di malam dan hari Idul Fitri
Yang membayarkan adalah kepala keluarga untuk semua anggota yang ada dalam tanggungannya. Bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadan pun wajib dizakatkan.
Kapan Batas Waktu Membayar Zakat Fitrah?
Batas waktu yang paling utama adalah sebelum salat Idul Fitri dimulai. Zakat yang dibayarkan setelah salat Id tidak dihitung sebagai zakat fitrah — melainkan sedekah biasa.
- Awal Ramadan hingga malam takbiran: boleh, lebih awal lebih baik
- Malam takbiran hingga subuh Idul Fitri: waktu utama
- Setelah subuh hingga sebelum salat Id: masih sah, tapi jangan ditunda
Jangan tunggu menit-menit terakhir. Lembaga zakat seperti BAZNAS, Dompet Dhuafa, atau LAZ setempat sudah bisa menerima titipan zakat fitrah sejak awal Ramadan.
Tips
Zakat Fitrah Lebih Baik Beras atau Uang?
Keduanya sah. Ulama berbeda pendapat, tapi mayoritas lembaga zakat di Indonesia menerima keduanya. Membayar dalam bentuk uang sering lebih praktis dan memudahkan lembaga mendistribusikan ke penerima yang lebih membutuhkan uang tunai.
Kalau mau membayar dalam bentuk beras, pastikan kualitas beras setara dengan yang biasa kamu konsumsi sehari-hari — bukan kualitas di bawah standar.
Hitung Zakat Fitrah Lebih Mudah
Tidak perlu hitung manual. KontrolUang menyediakan kalkulator zakat fitrah yang bisa langsung menghitung total untuk seluruh anggota keluargamu — tinggal masukkan jumlah jiwa dan nominal acuan daerahmu.
→ Hitung zakat fitrah sekarang di kontroluang.com/kalkulator/zakat-fitrah
Kesimpulan
Zakat fitrah 2026 berkisar Rp 47.000–Rp 60.000 per orang tergantung daerah, atau 2,5 kg beras. Hitung dulu total untuk keluargamu, dan bayarkan sebelum salat Idul Fitri. Jangan sampai Lebaran datang tapi kewajiban ini belum terpenuhi.