Budgeting7 min read

Cara Menyiapkan Budget Ramadan dan Lebaran Tanpa Mengganggu Tabungan

Siapkan pos THR, mudik, dan zakat sejak awal supaya momen Ramadan tetap tenang secara finansial.

Aaqil Umais Zabir

Author19 Februari 2026914 views
Suasana Ramadan dengan lentera dan masjid di latar belakang
Photo by Unsplash

Mengapa Ramadan Sering Membuat Keuangan Boncos?

Ramadan adalah bulan yang penuh berkah, tetapi juga bulan yang penuh godaan finansial. Bukber hampir setiap hari, belanja baju baru, ongkos mudik yang melonjak mendekati lebaran, angpao untuk keponakan, dan zakat fitrah — semua terjadi dalam satu bulan yang sama.

Prinsip Dasar: Pisahkan Pos Ramadan dari Anggaran Reguler

Perlakukan pengeluaran Ramadan sebagai pos anggaran tersendiri. Mulai sisihkan dana khusus Ramadan sejak tiga hingga empat bulan sebelumnya. Jika estimasi pengeluaran Ramadan totalnya Rp 3.000.000, sisihkan Rp 750.000 per bulan mulai Januari atau Februari.

Identifikasi 4 Pos Utama Pengeluaran Ramadan

Pos sahur dan buka puasa mengambil 30-35% anggaran Ramadan. Bukber dan pengeluaran sosial 15-20%. Zakat, infak, dan sedekah 10-15%. Mudik, pakaian, dan angpao 25-30% anggaran.

Manfaatkan THR dengan Bijak

Buat rencana penggunaan THR sebelum uangnya masuk ke rekening. Skema yang direkomendasikan: 50% untuk kebutuhan Lebaran, 30% untuk melunasi utang atau menambah dana darurat, dan 20% untuk investasi.

Kesimpulan

Ramadan yang tenang secara finansial adalah hasil dari perencanaan, bukan keberuntungan. Mulailah menyisihkan dana Ramadan dari sekarang dan tunaikan zakat dengan penuh keyakinan.

#ramadan#lebaran#anggaran musiman